Project Overview
Integritas infrastruktur pada sektor manufaktur perkapalan seperti PT. PAL Indonesia tak terlepas dari performa andal pesawat angkat angkut yang digunakan setiap harinya. Guna mengutamakan keselamatan kerja di area produksinya, PT. PAL Indonesia menunjuk PT Cipta Selamat Mandiri (Cipta Safety) untuk menjalankan prosedur Riksa Uji pada instalasi pemindah material pabrik. Fokus inspeksi dijatuhkan pada instalasi crane tipe Double Girder produksi Demag yang memiliki bentang span selebar 25 meter. Alat angkut yang berada di Workshop Konstruksi Plat 1 ini berfungsi mengangkut elemen struktur galangan dengan daya tumpu maksimum sebesar 32 ton untuk kaitan utama dan 5 ton untuk kaitan pendukung. Proses awal inspeksi meliputi pengecekan parameter visual konstruksi. Kondisi ikatan baut pondasi kolom pendukung, lantai pengerjaan, dan trolley penyokong dikonfirmasi terawat baik. Lebih jauh, pengangkut vital yakni Tali Kawat Baja ganda, yang masing-masing berkonstruksi 6 x FI 29 (regular lay) dengan diameter 24 mm dan 13 mm, terbukti bebas dari risiko korosi maupun kawat putus. Evaluasi struktural paling fundamental (Non-Destructive Test/NDT) kemudian diaplikasikan dengan memanfaatkan teknik cairan Liquid Penetrant pada penampang dasar bagian dalam pancing angkat baja (Hook) seluas 450x450 mm. Hasil pengecekan penetran menegaskan status accepted, yang membuktikan kait bebas dari ancaman kelelahan logam maupun keretakan. Pengujian dinamis dijalankan dengan memastikan tuas-tuas pengendali berfungsi prima di atas speed terukur: 14 m/menit (rata-rata kecepatan lintasan silang) dan 7 m/menit (kecepatan gaya vertikal). Sistem pengereman magnetis unit beraksi secara responsif saat pengereman dinamis. Rangkaian uji pamungkas melibatkan metode uji beban secara statis. Menempatkan beban ukur sebesar 15.960 kg (merepresentasikan 49,88% persentase aman), teknisi melakukan pengecekan defleksi material girder. Evaluasi jarak ukur laser mencatat penurunan posisi elevasi batas muat dari ketinggian asal 16,616 meter menuju 16,601 meter (defleksi material 15 mm). Mengingat pergerakan elastisitas ini masih mematuhi batas kelayakan standar yang diperkenankan (28,15 mm), crane secara mutlak dinyatakan memenuhi syarat laik pakai dari otoritas K3.
Scope of Work
- Inspeksi kerusakan visual di seputar tiang fondasi, pijakan trolley, struktur jembatan girder, serta lintasan roda pengerak travelling.
- Pemantauan keandalan komponen pembawa material angkat, termasuk ketebalan alur penarik katrol (pulley) dan kondisi kelenturan Tali Kawat Baja berdimensi 24 mm serta 13 mm.
- Validasi absennya cacat mikro (hairline crack) pada konstruksi Kait Utama kapasitas 32 Ton menggunakan prosedur Liquid Penetrant (NDT).
- Pengetesan sistem pengunci elektrik dan kendali safety device, yang mencakup limit switch pergerakan hoist, pemutus rotasi limit transversal, fitur kelistrikan lock release tombol pengendali, hingga instrumen rotary lamp.
- Eksekusi pengujian respons fungsional (Speed Test) di rentang manuver 14 meter hingga laju penarikan statis di 7 m/menit.
- Pengamatan perubahan kelenturan maksimum atau defleksi pada landasan Double Girder lewat beban seberat nyaris 16 ton.
- Finalisasi pelaporan validasi mutu sesuai koridor parameter perlindungan Kementerian Ketenagakerjaan pada Permenaker No 08/MEN/2020.




