Manufacturing & Maritime2026

Riksa Uji Overhead Crane Demag 3,2 Ton – PT PAL Indonesia

PT PAL INDONESIA

Project Overview

Ketepatan dan kelancaran produksi di sektor fabrikasi perkapalan menuntut jaminan keamanan dari seluruh armada pesawat angkat, terutama di area yang sibuk seperti bengkel fabrikasi (workshop). Untuk menjaga keandalan infrastruktur fabrikasinya, PT. PAL Indonesia menugaskan Perusahaan Jasa K3 (PJK3) PT Cipta Selamat Mandiri (Cipta Safety) guna memeriksa operasional armada alat berat mereka. Objek pengujian pada laporan ini adalah Overhead Travelling Crane bertipe Single Girder dari pabrikan Demag (tahun perakitan 1985), yang menopang lalu lintas pengangkutan material produksi di area Workshop Pipa dengan kapasitas angkut terukur 3,2 Ton. Langkah awal inspeksi adalah mengecek kondisi visual, sambungan pondasi baut, kesesuaian jalur rel ganda, keutuhan balok girder, serta roda gigi sistem pembawa trolley mesin. Pada fase observasi Tali Kawat Baja (Steel Wire Rope) berdiameter 9 mm sepanjang 50 meter, tim menemukan adanya indikasi cacat berupa tekukan fisik (kink) yang harus segera diganti oleh pihak manajemen pemeliharaan pabrik untuk menghindari risiko fatal saat lifting beban penuh. Terlepas dari hal tersebut, untuk membuktikan keutuhan blok pengangkat baja (Hook), kami menggunakan Non-Destructive Test (NDT) berbasis cairan Liquid Penetrant pada lekukan rawan retak dimensi 147x147 mm. Hasilnya berstatus accepted yang berarti material kaitan utama tersebut masih seratus persen bebas cacat. Selanjutnya, crane menjalani serangkaian tes fungsional dinamik. Kinerja rem gulungan (Coil Brake) serta sistem motor kecepatan melintang (Transversing) dan berjalan (Travelling) terbukti berfungsi lancar pada speed 14-15 m/menit tanpa selip sedikit pun, begitupun dengan kecepatan pengangkatan vertikalnya (Hoisting) di 7 m/menit. Puncak uji diakhiri dengan uji defleksi/statis yang menahan muatan beban seberat 2.740 kg, atau kurang lebih 85,65% dari kapasitas standar crane. Menggunakan indikator pengukur presisi laser, angka penurunan/defleksi konstruksi girder akibat beban itu hanya sejauh 10 mm (melendut dari ketinggian 8,496 m menjadi 8,486 m). Karena standar toleransi maksimal defleksinya berada di angka 23,65 mm, maka struktur dipastikan sangat aman dan crane resmi disahkan memenuhi syarat izin perpanjangan pakai secara menyeluruh.

Scope of Work

  • Validasi visual keutuhan chassis, tiang rangka pendukung (kolom), kualitas las landasan, serta ikatan baut struktural pembawa girder utama.
  • Pengecekan teknis pelumasan dan kesesuaian fisik dari komponen Tali Kabel Baja (Wire Rope N4) konstruksi 6 x FI 29 berdiameter 9 mm.
  • Uji Non-Destructive Test (NDT) untuk deteksi retak kelelahan material (metal fatigue) pada perangkat kait angkat utama (Hook) dengan Liquid Penetrant.
  • Pengujian interlock fitur keselamatan elektrik (safety device), meliputi pembatas pengereman (stoper end transversing & travelling), saklar pembatas atas (up end hoist), tuas push bottom (lock release), hingga fungsionalitas visual rotary lamp darurat.
  • Uji laju transmisi gerak pada tes kecepatan dinamis (Speed Test) di rentang 14 m/menit (laju horisontal) hingga 7 m/menit (laju vertikal).
  • Pengujian kekuatan fleksibilitas dan titik kelendutan maksimal penampang girder (Uji Defleksi) dengan uji beban beban timbang sebesar 2.740 kg.
  • Penilaian kelulusan standar izin operasi pesawat angkat berpedoman regulasi Kementerian Ketenagakerjaan (Permenaker No. 08/MEN/2020).

Tidak yakin layanan apa yang dibutuhkan?

Tim ahli kami siap mendengarkan kondisi di lapangan dan merekomendasikan langkah inspeksi yang tepat sesuai regulasi.