Manufacturing & Maritime2026

Riksa Uji Overhead Crane Demag 25 Ton – PT PAL Indonesia

PT PAL INDONESIA

Project Overview

Keamanan operasional dalam merakit dan menyatukan komponen berat maritim membutuhkan pesawat angkat angkut yang bebas dari risiko malfungsi. Untuk memitigasi bahaya kerja di fasilitas perakitannya, PT. PAL Indonesia melibatkan PT Cipta Selamat Mandiri (Cipta Safety) untuk mengesahkan kelayakan instalasi pengangkat mereka. Unit yang diuji pada laporan ini adalah Overhead Travelling Crane Demag dengan spesifikasi Double Girder rentang 25 meter, yang bertugas krusial dalam pemindahan material produksi di lokasi Workshop Assembly dengan beban kerja aman maksimum sebesar 25 Ton. Fase pertama evaluasi meninjau aspek fisik jembatan penahan beban. Pilar struktur dasar, jalur rel transversal ganda, end stopper, serta rumah gardan dikonfirmasi berada pada tingkat perawatan yang prima. Pengawasan diteruskan ke komponen pengangkat utama di mana Tali Kawat Baja berjenis regular lay 6 x FI 29 berdiameter 24 mm dengan panjang lintasan 100 meter dievaluasi dan dinyatakan aman tanpa ada indikasi korosi maupun tekukan parah. Tim ahli kemudian menjalankan Non-Destructive Test (NDT) cairan Liquid Penetrant di bagian tumpuan kait (Hook) seluas 400x400 mm guna mencari potensi retak lelah mikroskopis. Pengujian ini disimpulkan dengan status accepted, menjamin bahwa struktur pengait 25 ton tersebut aman dari retak tersembunyi. Performa mekanik dinamis selanjutnya divalidasi. Laju motor penggerak horisontal melintang (transversing) berjalan mulus di angka 14 m/menit, sedangkan pengangkatan tegak lurus (hoisting) beroperasi konstan pada kecepatan 7 m/menit. Proses pamungkas dari riksa uji ini adalah tes defleksi (uji beban statis). Teknisi K3 membebani jembatan struktur crane dengan material beton seberat 23.920 kg, yang mewakili 95,68% dari batas toleransi maksimal unit. Menggunakan teknologi laser, lendutan balok jembatan hanya turun terukur sejauh 4 mm (berubah dari referensi awal 21.876 mm ke 21.872 mm). Angka ini sangat jauh di bawah kelendutan maksimal yang diperbolehkan standar K3 yaitu 28,15 mm. Dengan margin ketahanan yang begitu lebar, unit pesawat angkat tersebut secara resmi diyatakan lulus seluruh ujian kelaikan K3.

Scope of Work

  • Pemeriksaan keandalan fisik mencakup konstruksi dudukan baut pondasi, rel lintas ganda, struktur lintasan troli pendukung, hingga rel batas stopper.
  • Peninjauan fisik keutuhan komponen angkat vertikal berupa Tali Kawat Baja berdiameter 24 mm.
  • Eksekusi Liquid Penetrant Examination (NDT) untuk membuktikan ketiadaan cacat dan keretakan (crack) pada komponen baja Hook berdimensi dalam 400x400 mm.
  • Pengawasan keaktifan komponen pengaman (safety device) di antaranya pelindung batas angkat (up end hoist), pembatas laju motor pengereman (Brake Limit Switch N/C), lampu indikator putar (rotary lamp), dan interlock tuas lepas tekan (lock release push bottom).
  • Uji laju dinamis (Speed Test) gerak perpindahan lintasan gerbong pada 14 m/menit dan tarikan vertikal di 7 m/menit.
  • Analisis batas defleksi maksimum material jembatan bentang 25 meter menggunakan instrumen beban uji sebesar 23.920 kg.
  • Standardisasi parameter akhir berbasis acuan hukum Ketenagakerjaan Permenaker No. 08/MEN/2020.

Tidak yakin layanan apa yang dibutuhkan?

Tim ahli kami siap mendengarkan kondisi di lapangan dan merekomendasikan langkah inspeksi yang tepat sesuai regulasi.