Project Overview
Proses fabrikasi komponen industri perkapalan berskala besar menuntut pergerakan alat berat yang sangat presisi dan mengedepankan keamanan. Guna menjamin perlindungan operasional di area sibuk seperti Workshop Pabrikasi, PT. PAL Indonesia menugaskan Perusahaan Jasa K3 (PJK3) PT Cipta Selamat Mandiri (Cipta Safety) untuk meninjau status dan sertifikasi kelaikan mesin pengangkat pabrik. Objek evaluasi kali ini adalah unit Overhead Travelling Crane tipe Double Girder merek Demag tahun pembuatan 1992, yang mengangkangi workshop dengan bentang span lintasan sejauh 25 meter, serta dirancang untuk mengakomodasi beban hingga maksimum 12,5 Ton. Fase awal inspeksi diisi dengan pemantauan visual pada konstruksi jembatan beban. Pilar bangunan (kolom), kelurusan antar jalur rel ganda, serta pengikatan perangkat rumah roda gigi trolley diperiksa dan dipastikan terhindar dari korosi maupun deformasi fisik. Sebagai urat nadi pengangkat material, kondisi Tali Kawat Baja (Steel Wire Rope) berdiameter 19 mm sepanjang 50 meter juga divalidasi utuh dan mampu menahan tegangan operasional tanpa adanya serabut kawat yang terputus. Tim ahli kami kemudian beralih melaksanakan Non-Destructive Test (NDT) teknik cairan Liquid Penetrant di dasar lekukan Kait Utama (Hook) berdimensi ukur 350x350 mm. Pemindaian tersebut menghasilkan stempel accepted, yang menepis sepenuhnya ancaman keretakan mikro (metal fatigue) pada besi tempa penahan beban. Di penghujung sertifikasi, crane menjalani manuver dinamik serta simulasi uji muatan berat (uji defleksi). Kecepatan gerak berjalan mendatar (travelling) dan lintasan penyeberangan (transversing) sukses melaju stabil di rentang angka 14 m/menit tanpa ditemukannya indikasi motor gigi yang selip. Pengujian statis diaplikasikan dengan menggantungkan tumpukan beban material seberat 9.820 kg, yang mewakili 78,56% dari total kapasitas izin unit. Pemantauan sinar pengukur laser presisi mendeteksi bahwa elastisitas jembatan girder tersebut hanya melendut sejauh 9 mm (yakni penurunan elevasi dari indikator 12.525 m menuju 12.516 m). Dikarenakan angka 9 mm itu jauh di bawah batasan kritis standar toleransi kelendutan K3 (28,15 mm), crane Demag 12,5 Ton tersebut mendapatkan kepastian hukum kelaikan pengoperasian dari otoritas Ketenagakerjaan.
Scope of Work
- Inspeksi ketahanan wujud pondasi penyangga rel, keausan flens jalur pengerak, dan efektivitas pembatas penahan rem laju lintasan horisontal.
- Verifikasi keutuhan komponen angkat vertikal mencakup poros drum katrol, bantalan pulley, serta Tali Kawat Baja 19 mm berkonstruksi regular lay 6 x FI 29.
- Deteksi retak tersembunyi lewat pengaplikasian pengujian tak rusak (NDT) Liquid Penetrant pada inti pelat dasar blok Kait baja 12,5 Ton.
- Uji fungsional pelindung instrumen, yang berfokus pada fitur pengereman kelistrikan N/C, tuas batas manuver katrol atas (up end hoist), alarm visual rotary lamp, hingga tuas push bottom peredam tegangan.
- Analisis performa transmisi dinamis kecepatan motor gerak silang horisontal (14 m/menit) serta gaya penarikan pengait (7 m/menit).
- Pengecekan standar kemampuan defleksi tegangan material girder 25 meter melalui simulasi penarikan muatan pemberat 9.820 kg.
- Konfirmasi kepatuhan spesifikasi kelayakan mesin pengangkat sesuai referensi Undang-Undang Ketenagakerjaan Permenaker No. 08/MEN/2020.





