Manufacturing & Maritime2026

Riksa Uji Forklift TCM 7 Ton – PT PAL Indonesia

PT PAL INDONESIA

Project Overview

Kesiapan teknis armada alat berat penunjang logistik merupakan urat nadi kelancaran produksi di sektor industri berat dan maritim. Untuk menjaga tingginya standar keselamatan kerja di area fasilitasnya, PT. PAL Indonesia menugaskan PT Cipta Selamat Mandiri (Cipta Safety) guna mengevaluasi kelayakan operasional pesawat angkut mereka. Fokus inspeksi pada periode kali ini adalah sebuah unit Forklift pabrikan TCM model FD70Z-8 keluaran tahun 2014, yang sehari-harinya dioperasikan untuk mengangkut dan memindahkan barang dengan daya tampung masif hingga 7 ton. Rangkaian riksa uji dimulai dengan inspeksi fisik mendetail pada saat kondisi mesin mati dan menyala. Tim ahli kami memeriksa integritas struktur bodi, rangka penguat, tiang mast (ketinggian 2300 mm), transmisi, sistem kemudi roda, dan kondisi suspensi garpu. Sebagai upaya pencegahan bahaya patah material akibat kelelahan logam (metal fatigue), tim inspektor K3 menerapkan Non-Destructive Test (NDT) berbasis Liquid Penetrant pada lekukan krusial di bagian tumit (heel) garpu kiri maupun garpu kanan. Pengujian kualitas las dan baja tersebut menunjukkan status diterima (accepted), yang mengartikan baja dalam kondisi solid tanpa adanya indikasi retakan mikro. Prosedur dilanjutkan dengan tes performa jalan (travelling) dan operasi angkat angkut. Mesin merespons dengan baik pada posisi stasioner maupun saat bermanuver, didukung oleh kelancaran kinerja silinder hidrolik angkat dan silinder hidrolik ungkit. Ketangguhan alat ini kemudian diuji secara maksimal lewat pengujian beban (load test). Forklift diberikan beban riil seberat 6810 kg yang digantung selama 5 menit tanpa henti. Pengujian ini berhasil dilewati karena posisi beban tidak mengalami penurunan yang menandakan sistem hidrolik masih kedap sempurna. Secara mekanik keseluruhan unit ini dalam keadaan prima, namun dari aspek safety device, kami menemukan tekanan gas tabung pemadam api (APAR dry powder) di indikator sudah berada di level low pressure. Konklusinya, Forklift disahkan laik operasi berdasarkan regulasi, namun klien diwajibkan untuk segera melengkapi kabin dengan tabung APAR yang baru

Scope of Work

  • Pengecekan administratif terkait izin pemakaian unit alat berat dan keabsahan sertifikat lisensi operator K3 dari PT PAL Indonesia.
  • Inspeksi kerusakan visual (korosi dan deformasi) pada kerangka utama, dashboard operasional, tiang mast, hingga kondisi fisik ban (front/rear wheel).
  • Pengujian kondisi gardan (diferensial), rumah transmisi mekanis, fungsi tuas kontrol maju-mundur, serta sensitivitas rem tangan dan kaki.
  • Pengaplikasian uji Non-Destructive Test (NDT) tipe Liquid Penetrant pada ujung struktur bawah sudut (heel) dari penampang garpu.
  • Pengecekan instalasi kebocoran saluran isap dan tekan di sistem hidrolik, kelancaran silinder, tingkat pelumasan, dan pengukuran dimensi rantai penarik ganda (chain 2 row).
  • Pengujian fungsional seluruh panel dan alat keselamatan pelengkap termasuk lampu depan LED, lampu rotary (darurat), klakson, indikator hour meter, serta tekanan tabung APAR.
  • Pelaksanaan pengujian beban statis sebesar 6810 kg untuk evaluasi kekuatan tahanan sistem hidrolik tiang angkat tanpa indikasi kemerosotan tuas.
  • Verifikasi kesesuaian unit pesawat angkut berdasar pemenuhan undang-undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai pedoman Permenaker No. 08/MEN/2020.

Tidak yakin layanan apa yang dibutuhkan?

Tim ahli kami siap mendengarkan kondisi di lapangan dan merekomendasikan langkah inspeksi yang tepat sesuai regulasi.