Cara Menggunakan APAR yang Benar

APAR atau Alat Pemadam Api Ringan merupakan peralatan yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal.

Namun, memiliki APAR saja tidak cukup.

Ketika kebakaran terjadi, seseorang perlu mengetahui kapan APAR boleh digunakan, bagaimana cara menggunakannya, dan kapan harus meninggalkan area untuk menyelamatkan diri.

Salah satu metode penggunaan APAR yang paling umum dikenal adalah PASS, yaitu:

P — Pull
A — Aim
S — Squeeze
S — Sweep

Metode ini membantu mengingat urutan dasar penggunaan APAR.


Apa Itu Metode PASS?

Metode PASS merupakan panduan sederhana untuk mengingat langkah penggunaan APAR.

P — Pull

Pull the pin

Tarik pin pengaman APAR.

Pin berfungsi sebagai pengaman agar tuas APAR tidak tertekan secara tidak sengaja.

A — Aim

Aim at the base of the fire

Arahkan nozzle atau selang APAR ke pangkal api, bukan ke bagian atas nyala api.

Tujuannya adalah mengarahkan media pemadam ke sumber pembakaran.

S — Squeeze

Squeeze the handle

Tekan atau remas tuas APAR untuk mengeluarkan media pemadam.

Pastikan posisi tubuh tetap aman dan APAR digunakan sesuai petunjuk pada unit.

S — Sweep

Sweep from side to side

Sapukan media pemadam dari sisi ke sisi pada area pangkal api sampai api padam atau APAR harus dihentikan penggunaannya.


Langkah Menggunakan APAR dengan Metode PASS

Secara sederhana, urutannya adalah:

1. Ambil APAR yang sesuai
Pastikan jenis media pemadam sesuai dengan jenis kebakaran.

2. Pastikan kondisi aman
Perhatikan arah angin, jalur keluar, asap, panas, dan kondisi api.

3. Tarik pin pengaman
Pegang APAR dengan posisi yang stabil dan tarik pin.

4. Arahkan nozzle ke pangkal api
Jaga jarak aman sesuai petunjuk pada APAR dan kondisi kebakaran.

5. Tekan tuas
Keluarkan media pemadam dengan mengarahkan ke sumber api.

6. Sapukan dari sisi ke sisi
Gerakkan nozzle secara terkontrol pada pangkal api.

7. Pantau kondisi api
Jangan langsung mendekati api setelah terlihat padam. Pastikan kondisi tetap aman dan waspadai kemungkinan api menyala kembali.


Kapan APAR Boleh Digunakan?

APAR umumnya digunakan untuk kebakaran tahap awal dan hanya jika kondisi memungkinkan untuk ditangani dengan aman.

Sebelum mencoba memadamkan api, perhatikan:

  • Ukuran api.
  • Jenis material yang terbakar.
  • Kondisi asap.
  • Panas di sekitar lokasi.
  • Arah angin.
  • Ketersediaan jalur evakuasi.
  • Jenis APAR.
  • Kemampuan orang yang akan menggunakan APAR.

Jika api sudah membesar, asap terlalu tebal, panas tidak memungkinkan, atau jalur keluar terancam, jangan memaksakan diri menggunakan APAR.

Segera lakukan evakuasi dan ikuti prosedur tanggap darurat perusahaan.


Jangan Salah Memilih Jenis APAR

Tidak semua APAR cocok untuk semua jenis kebakaran.

Beberapa media pemadam yang umum digunakan antara lain:

APAR Dry Chemical Powder

Media serbuk kimia kering yang dapat digunakan untuk beberapa jenis kebakaran sesuai klasifikasi dan spesifikasi produknya.

APAR CO₂

Menggunakan karbon dioksida dan umum digunakan untuk jenis kebakaran tertentu, termasuk pada peralatan listrik yang masih bertegangan, sesuai ketentuan penggunaannya.

APAR Foam

Menggunakan media busa dan digunakan untuk jenis kebakaran tertentu, terutama material yang sesuai dengan klasifikasi media tersebut.

APAR Water

Menggunakan media air dan digunakan untuk jenis kebakaran yang sesuai.

Penting: selalu periksa label dan petunjuk penggunaan APAR sebelum digunakan. Jangan menggunakan media pemadam yang tidak sesuai dengan material yang terbakar.


Contoh Sederhana Penggunaan PASS

Bayangkan terjadi kebakaran kecil pada material yang dapat ditangani menggunakan APAR yang tersedia.

PULL
Tarik pin pengaman.

⬇️

AIM
Arahkan nozzle ke pangkal api dari posisi yang aman.

⬇️

SQUEEZE
Tekan tuas untuk mengeluarkan media pemadam.

⬇️

SWEEP
Sapukan media dari sisi ke sisi pada pangkal api.

Jika api tidak dapat dikendalikan dengan cepat atau kondisi menjadi berbahaya, hentikan upaya pemadaman dan segera evakuasi.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan APAR

❌ Mengarahkan APAR ke Puncak Api

Media pemadam seharusnya diarahkan ke pangkal api, sesuai metode penggunaan APAR.

❌ Menggunakan APAR yang Tidak Sesuai

Pemilihan APAR harus mempertimbangkan jenis kebakaran dan media yang digunakan.

❌ Berdiri Terlalu Dekat

Panas dan asap dapat membahayakan pengguna. Jarak penggunaan harus mengikuti petunjuk APAR dan kondisi aktual.

❌ Membelakangi Jalur Keluar

Pastikan selalu ada jalur untuk mundur atau menyelamatkan diri jika kondisi memburuk.

❌ Memaksakan Diri Memadamkan Api

APAR bukan alasan untuk mempertaruhkan keselamatan.

Jika api sudah tidak dapat ditangani dengan aman, tinggalkan area dan lakukan evakuasi sesuai prosedur darurat.


APAR Harus Siap Sebelum Kebakaran Terjadi

APAR bukan peralatan yang baru diperiksa ketika kebakaran sudah terjadi.

Pemeriksaan perlu dilakukan secara berkala sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Lokasi APAR mudah diakses.
  • APAR tidak terhalang benda lain.
  • Kondisi tabung baik.
  • Pin dan segel dalam kondisi sesuai.
  • Selang/nozzle dalam kondisi baik.
  • Indikator tekanan diperiksa sesuai jenis APAR.
  • Label dan petunjuk penggunaan dapat dibaca.
  • Pemeriksaan dan pemeliharaan dilakukan sesuai jadwal.

Apakah Semua Orang Harus Bisa Menggunakan APAR?

Pengetahuan dasar mengenai APAR penting bagi pekerja sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Namun, penggunaan APAR dalam kondisi kebakaran tetap harus mempertimbangkan kompetensi, pelatihan, prosedur perusahaan, dan kondisi aktual di lapangan.

Pelatihan penggunaan APAR dapat membantu pekerja memahami:

  • Jenis-jenis APAR.
  • Jenis kebakaran.
  • Pemilihan APAR.
  • Metode PASS.
  • Teknik penggunaan.
  • Jarak aman.
  • Prosedur keadaan darurat.
  • Kapan harus berhenti memadamkan api dan melakukan evakuasi.

Ingat: Keselamatan Lebih Penting daripada Memadamkan Api

Tujuan utama penggunaan APAR bukan sekadar memadamkan api.

Keselamatan manusia tetap menjadi prioritas.

Jika api masih kecil dan kondisi memungkinkan, APAR dapat digunakan sebagai salah satu upaya pengendalian awal.

Tetapi apabila api berkembang cepat, menghasilkan asap tebal, panas tinggi, atau menghalangi jalur keluar, jangan mempertaruhkan keselamatan.

Evakuasi, beri peringatan kepada orang lain, dan hubungi tim tanggap darurat sesuai prosedur perusahaan.


Kesimpulan

Menggunakan APAR membutuhkan pemahaman dasar mengenai jenis kebakaran, jenis APAR, teknik penggunaan, dan batas kemampuan pemadaman awal.

Metode PASS dapat membantu mengingat langkah dasar:

Pull → Aim → Squeeze → Sweep

Namun, teknik tersebut bukan berarti setiap kebakaran harus dihadapi menggunakan APAR.

Kenali kondisi. Gunakan APAR jika aman. Jika tidak aman, segera evakuasi.

Karena dalam keadaan darurat, menyelamatkan manusia selalu menjadi prioritas.

Kembali ke Berita Kami